PUISI



Diam Terhentak Sepi

Menyelusuri hari yang tak pasti
Mungkin kah Sang Langit Hitam
Barjalan Menyelusuri Awan
Membawa ke dalam angan
Menembus Ruang Jiwa Yang
Terbelenggu
Melebur Sukma yang Meracuni Kalbu
Ingin Ku Ucapkan Rasa itu
Tapi Ku Terdiam Kaku
Karna Keraguan yang Tumbuh
Takut Mengalir kedalam Luka itu
By : Dessy

SAHABAT

sahabat bintangku yang hadir di saat gelapnya malam
menyinari dunia lebih dari yang menyinari lainnya
menoreh kan segumpal kenyamanan dari rasa ketakutan
memeluk disaat tak mampu untuk berdiri
membius air mata yang tak terhenti
pernahkah kau mengerti keabadian sahabat???
Ketiadaannya membuat ku seperti nadi yang terhenti
Ku pulang tanpa ada sepercik senyumnya,,,
ku melihat Raga yang telah terbujur kaku
terbungkus kain putih,
punah sudah keceriaan ku,,,
seketika semua bola mata menatap ku
mengisyaratkan bahwa mereka merasakan yang sama
mungkin ini akhir dari perjuangan hidup dari seorang sahabat
Trima kasih kawan,,, kau menjadi kan guru hidup dari banyak haL
Canda tawa kita selalu
Terekam, dan terlipat rapih di dalam Relung kalbu….
SELAMAT JALAN KAWAN,,,,
Semoga kau bahagia di sana…………

0 komentar:

Posting Komentar

Masukkan Komentar Anda